Sering banyak orang berbicara tentang perdamaian.
Sering banyak orang berbicara tentang perdamaian.
Tetapi jika diminta menjadi "juru damai", banyak orang segan untuk melakukanya.
Sebab orang takut berkorban.
Takut dijadikan kambing hitam.
Suatau kali, pada suatu hari, seorang penatua diminta mendamaikan dua warga jemaat bermasalah.
Kemudian datanglah seorang diaken menemuinya.
Diaken itu menganjurkan agar si penatua tak mencampuri masalah kedua warga jemaat tersebut.
Sebab mereka sering bertengkar. Jika ada orang mendamaikan, akhirnya orang tersebut menjadi pelampiasan emosi kedua orang itu.
Penatua itu berbeda pendapat ia tetap melakukan tugas.
Meskipun ia sudah tahu sikap warganya, ucapan diaken itu benar si penatua dijadikan bulan-bulanan.
Seluruh warga jemaat menertawai penatua yang lanjut usia itu.
Sakit hatikah penatua itu? tidak pernah. Malahan ia bersyukur kepada ALLAH, karena telah melakukan tugasnya dengan baik.
Peristiwa itu lama berselang. tak seorangpun mengigatnya lagi. Malahan kedua orang yang bersengketa itupun sudah melupakannya.
Namun mereka masik saling marahan.
Keadaan berubah. si Penatua reantah itu meninggal dunia.
Di sisi keranda almarhum, semua mata tertuju; karena kedua orang itu sedang berpelukan sambil menangis.
Mereka tidak menangisi kepergian orang tua itu. tetapi mereka menyesali diri.
Mengapa mereka tidak berdamai sebelum rang tua itu kembali ke sisi TUHAN.
Sejak kejadian itu kedua orang tadi hidup dalam perdamaian.
memang benar. segala sesuatu akan terjadi ketika orang yang dicintai sudah tiada.



Post a Comment